KOTA BANDUNG -- Sekretaris Dinas Perkebunan Jawa Barat Rika Jatnika yang juga pembina media sosial (medsos), segera melakukan reformasi pengelolaan media sosial pelayanan publik Dinas Perkebunan mulai pekan depan.   Hal itu dilakukannya untuk memastikan penanganan dan pengelolaan informasi pada media sosial disbun terutama yang menyangkut pelayanan publik berjalan dengan baik.

“Mulai minggu depan, kita akan lakukan evaluasi aktivitas pengelolaan medsos Disbun, dijadwalkan  seminggu sekali setiap hari rabu dan kita beri tagline reboan, dengan tujuan  untuk memastikan perkembangan penanganan dan pengelolaan medsos yang lebih terkoordinasi,” ujar Rika dalam rapat perdana ‘Koordinasi Percepatan Perkembangan Pengelolaan Medsos Disbun’  bersama para Crew Medsos Disbun di ruang rapat oproom Disbun, jl Surapati No. 67 Kota Bandung, Rabu (30/9/20).

Adapun peserta yang hadir sekitar 20 orang, mulai dari anggota lama  tim website hingga anggota baru crew medsos.  Merujuk pada data dan informasi presensi yang dihimpun saat koordinasi berlangsung, sekitar 14 orang anggota baru dan 4 orang anggota lama yang memiliki kompetensi cukup handal, sementara 2 orang merupakan pembina dan koordinator medsos.

Dari segi pembagian tugas, diawali dengan wawancara singkat bakat dan peminatan masing-masing anggota agar tidak salah menempatkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Keterisian bakat dan minat hampir setiap konten bisa dipenuhi namun secara keinginan ternyata sebagian besar minat terpusat pada bidang fotografi, design dan admin website.  Editing redaksional, penyunting berita dan artikel hampir tidak mendapat  rujukan dari anggota baru. Sehingga perlu bimbingan dan latihan untuk mengasah kemampuan menulis yang masih minim.

Pada website Disbun, urgensinya terkait berita dan artikel  sebagai informasi aktivitas  pimpinan dan aktivitas masing masing unit eselon III sangat perlu diketahui publik. Untuk itu, Rika berujar, penanganan medsos khususnya berita, artikel, info publik lainnya dalam website Disbun  perlu lebih ditingkatkan, terutama dari sisi ketersediaan fasilitas pelayanan informasi aktual dan uptudate.

“Secara umum memang kompetensi dari seluruh crew medsos Disbun, dari empat belas orang anggota baru yang akan terlibat mengurus dan mengelola kemajuan serta perkembangan informasi medsos sangat baik, berdasarkan catatan bakat dan minat yang telah dihimpun melalui wawancara singkat, kami akan petakan untuk bisa mengelola semua konten yang ada,” ujar Rika.

Rika pun mengatakan, perlu dibentuk tim khusus untuk menangani pengelolaan dan pengembangan MEDSOS Disbun. Selain itu, ia mengusulkan adanya pembagian tugas dan kerjasama dalam menjalankan tugas masing masing sesuai kondisi sarana prasana yang tersedia.  Kebijakan penambahan sarana sesuai standar kebutuhan dalam melakukan liputan akan dipikirkan lebih lanjut, ujar nya.

“Kami sudah koordinasikan dengan subag perencanaan untuk penambahan sarana pendukung aktivitas ini, ingin (ada) satu paket lengkap mulai dari ruangan khusus yang dilengkapi dengan sarana peliputan. Jadi, nanti setiap reboan kita bisa kumpul dalam ruangan tersendiri yang lebih nyaman walau sederhana. Saat ini sedang kami kondisikan,” kata Rika.

Dalam rapat yang dipimpin sekdisbun sekaligus pembina medsos ini, Dadi (kasubag Perencanaan) juga menjelaskan hal senada, data terkait konten website dalam pelayanan publik masih banyak yang perlu disempurnakan.  Berharap crew baru, mampu melakukan pembaharuan yang mengarah pada hubungan masyarakat (humas) Disbun secara kontinu dan bersinergi dalam segala aspek untuk melengkapi konten dan fitur.

Dadi mengajukan agar setiap orang menganalisa isi konten website sebagai bahan evaluasi minggu depan. “Setiap orang bisa menemukan hal hal yang mungkin perlu disempurnakan atau dilakukan pembaharuan, bisa dalam bentuk data, foto atau bisa juga biodata pejabat. Melalui evaluasi isi konten dimungkinkan tidak akan ada klaim yang diajukan penerima manfaat khususnya masyarakat yang dilayani. Seandainyapun terdapat sejumlah  klaim pelayanan, diharapkan klaim tersebut  terverifikasi pada hal yang merujuk bukan layanan utama”, tuturnya.

“Dari catatan kami sejak dulu hingga saat ini, hampir tidak ada klaim pelayanan berarti yang diajukan penerima manfaat", kata Dadi.  Ia berharap dengan tidak berartinya klaim yang dilontarkan  maka tidak ada beban kedinasan yang harus diselesaikan.  Selama ini masih mampu diatasi dengan menjawab pertanyaan dalam konten yang tersedia. Dadipun berharap melalui tim pengelola baru,  bisa mengupayakan agar sisi keberhasilan pelayanan publik lebih diutamakan dalam situasi dan kondisi saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Perlindungan sekaligus koordinator crew (Siti Purnama) yang akrab dipanggil Siti, memperjelas status tim pengelola medsos Disbun tidak ubahnya seperti tugas fungsi humas yang sebenarnya, jadi segala informasi terkait aktivitas pimpinan harus terekspose dan terberitakan. Untuk  hal tersebut, pihaknya menegaskan tugas masing masing individu tidak hanya berputar di sekitar fotografer, design dan editing akan tetapi pemberitaan merupakan hal pokok yang harus ditangani, oleh sebab itu dituntut kemampuan menulis berita dan artikel dengan bahasa jurnalistik, ujar Siti. Ia menegaskan bahwa agar setiap orang mencoba membuat presrelease kegiatan pelepasan ekspor kopi yang akan dilaksanakan hari jumat tanggal 09 Oktober 2020.  Pihaknya juga berharap sebagai uji kompetensi agar setiap anggota crew baru, membuat infografis ucapan pimpinan dalam rangka memperingati hari kesaktian pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober, tepatnya  besok hari Kamis.

“Mudah-mudah setelah (rapat) ini semuanya mampu berekspresi menuangkan ide kreatifnya dan harapannya perspektif kita adalah perspektif humas yang sesungguhnya. Jadi, setiap orang diharapkan jangan merasa terbebani, karena semua anggota  sebenarnya hadir saling membantu,” ucap Siti.

Di penghujung rakoor, Rika sependapat dengan pandangan Dadi dan Siti bahwa dalam penanganan atau pengelolaan Medsos Disbun harus enjoy dan mampu memanfaatkan sarana prasarana yang tersedia seoptimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik pada publik, apakah itu melalui website, Instagram (IG), Face Book (FB), Twitter ataupun Youtube.  Saya yakin “dengan adanya tambahan 14 anggota  baru yang masih muda muda dan senang medsos, pasti akan sangat membantu (penanganan dan pengelolaan) medsos di Dinas Perkebunan,” ujar Rika menutup rapat koordinasi yang dipimpinnya (SITI PURNAMA).


Dibaca : 153 kali