Sejak mengenal bercocok tanam, masyarakat sering mengalami gangguan yang bersifat menghambat, merusak, menghancurkan, atau menggagalkan panen. Mulai dari benih disebar hingga tanaman dipanen selalu dihadapkan kepada gangguan alami yang bersifat biotik maupun abiotik. Hama/penyakit merupakan organisme pengganggu biotik yang menginfeksi dan merusak tanaman. Adanya gangguan hama/penyakit menyebabkan petani tidak dapat melakukan budidaya tanaman dengan baik sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, terjadi penurunan kualitas dan kuantitas hasil.

 

Hampir disetiap lokasi pertanaman, hama/penyakit merupakan salah satu kendala dalam usaha peningkatan produksi tanaman. Infeksi hama/penyakit secara meluas dapat menimbulkan kerugian yang besar karena secara nyata dapat mengakibatkan kehilangan hasil sebesar (20-70) % tergantung berat ringannya serangan. Dalam rangka mencapai produktivitas yang tinggi, hama/penyakit merupakan resiko yang harus dihadapi dan dipertimbangkan, dengan demikian perlindungan tanaman mempunyai peranan penting selama proses produksi tanaman dan perlu adanya perhatian serius serta upaya pengendalian secara bijaksana.

 

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan salah satu tindakan bijaksana yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai strategi nasional dalam perlindungan tanaman. PHT memanfaatkan semua teknik pengendalian secara terintegrasi yang bertujuan untuk mengurangi populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan mempertahankannya agar tetap berada di bawah ambang batas ekonomi. Tujuan PHT adalah untuk meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan produktivitas pertanian, melindungi kesehatan produsen dan konsumen, mempertahankan kelestarian lingkungan, dan mempertahankan stabilitas ekosistem pertanian, namun demikian dalam pelaksanaannya masih belum diterapkan sepenuhnya oleh petani.

 

Pelaksanaan PHT merupakan upaya untuk menyadarkan kembali petani terhadap sikap dan tindakan mereka bahwa keberadaan sejumlah kecil hama perlu ditoleransi dan bahkan diperlukan untuk kelangsungan hidup musuh alami, serta mengoptimalkan peran musuh alami. Hal ini perlu disadari sepenuhnya oleh petani sebagai pengelola lahan pertanian, jangan hanya bisa mengeluh dan mengambil jalan pintas melalui penggunaan bahan kimia.

 

Tahun 2016 terdapat 60,00% petani (827.200 orang dari total 1.378.610 orang petani) yang belum mengenali dan memahami penyebab, gejala serangan hama/penyakit pada tanamannya, sehingga secara spontan selalu mengandalkan petugas teknis, PPL, RPO dan Brigade Proteksi Tanaman (BPT) untuk membimbing dan mengarahkan teknik pengendalian serangan hama/penyakit pada lahan pertanamannya.

 

Berdasarkan pengamatan di lapangan dan hasil wawancara dengan beberapa orang petani, diakui, bahwa kurangnya pengetahuan dan pemahaman petani terhadap gelaja serangan hama/penyakit dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain tingkat pendidikan, pengalaman dalam bercocok tanam, latar belakang pendidikan, dan kondisi keuangan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar pengetahuannya terhadap hama/penyakit. Korelasi positif ini terjadi khususnya pada pengetahuan tentang jenis OPT dan perbedaan hama dan penyakit.

 

Sebanyak 70% petani memiliki pendidikan tidak lulus SMA sehingga pengetahuan dan sikap tentang pengendalian hama terpadu sangat minim. Hubungan antara usia, pendidikan, pengalaman usaha tani, keanggotaan gapoktan, dan keikutsertaan petani dalam Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), menunjukkan bahwa pengetahuan petani berasosiasi dengan tingkat pendidikan dan SLPHT. Sikap petani berasosiasi dengan tingkat pendidikan, keanggotaan gapoktan, dan SLPHT. Sedangkan tindakan petani berasosiasi dengan tingkat pengalaman usaha tani.

 

Si Rute Aman

Inspirasi membuat Sistem Informasi Ruang Layanan Dokter Tanaman (Si Rute Aman) muncul, agar petani yang mengenali serangan hama penyakit tanaman meningkat mencapai 100 % dan mampu melakukan pengendalian secara mandiri dengan menggunakan data yang akurat. Bertolak dari harapan tersebut, diprediksi akan terjadi perkembangan pengetahuan hama/penyakit di kalangan petani yang pesat dan mampu menjadi manajer dalam kebunnya, artinya mampu merencanakan dan mengendalikan hama penyakit dengan tepat sasaran, tepat waktu dan tepat cara.

 

Program yang dikemas dalam Si Rute Aman melibatkan keberadaan tenaga fungsional POPT yang dalam inspirasi ini disebut sebagai dokter tanaman (doktan), melibatkan tenaga pengelola satuan pelayanan yang diberi atribut mantri tanaman (mantan), pasukan regu pengendali OPT (RPO) dan brigade proteksi tanaman sebagai garda terdepan dan juga menggunakan satuan pelayanan tertentu sebagai ruang konsultasi perlindungan tanaman bagi petani yang ingin bertatap muka langsung dengan mantri tanaman, yang diberi istilah klinik tanaman (klintan).

 

Disisi lain inspiratif ini juga bertujuan untuk menuntun petani mampu memahami siklus serangan, gejala dan penyebab serangan, sumber inokulum/biologi hama, pemencaran/penularan, faktor yang berpengaruh dan teknik pengendaliannya sehingga tidak ada keluhan lagi kurangnya bimbingan dari pihak pemerintah.

 

Manfaat Si Rute Aman

Berbagai manfaat inspiratif dapat dipetik dari Si Rute Aman, baik bagi diri sendiri, dalam pekerjaan, lingkungan kerja, pemerintah maupun bagi masyarakat/petani.

 

  1. Manfaat bagi diri sendiri

Si Rute Aman, memberikan kebebasan berpikir dan melahirkan gagasan baru dalam ruang dan keleluasaan bagi penulis untuk melahirkan karya baru yang bermanfaat dan memberi solusi permasalahan secara nyata. Menggunakan akal dan pikiran memberi manfaat bagi diri sendiri sebagai wujud rasa syukur kepada sang pencipta atas karunianya telah menjadikan penulis mahluk berakal.

 

  1. Manfaat dalam pekerjaan

Si Rute Aman, merupakan inovasi yang menjadikan pekerjaan lebih mudah dan selalu menyenangkan karena melahirkan cara atau metode yang lebih baik dari yang selama ini diterapkan (metode konvensional).

 

  1. Manfaat di lingkungan kerja

Kehadiran Si Rute Aman, mampu meningkatkan kualitas dan nilai layanan yang sudah ada, misalnya kualitas layanan kepada petani sehingga layanan memiliki keunggulan dan manfaat yang lebih bernilai dari sebelumnya.

 

  1. Manfaat bagi pemerintah

Inovasi Si Rute Aman sangat bermanfaat bagi pemerintah karena membantu mengurangi biaya, khususnya biaya tenaga kerja, biaya operasional dan juga biaya fasilitas sarana prasarana pendukung perlindungan tanaman. Sebagai contoh, biaya bimtek, biaya perjalanan petugas, biaya tenaga kerja, biaya barang/jasa tertentu semakin berkurang, namun mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik.

 

  1. Manfaat bagi masyarakat/petani

Pada 2016, hanya sebanyak 40% petani Jawa Barat mengenali serangan hama penyakit pada tanamannya, tetapi sejak lahirnya Si Rute Aman, petani yang mengenali hama penyakit tanaman dan mampu mengendalikan secara mandiri telah mencapai 70,67%. Secara signifikan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan petani dalam aspek perlindungan tanaman. Manfaat ini menjadi barometer bagi petani lain, dengan secara sadar mengedukasi Si Rute Aman sebagai ruang layanan dan tempat menggali ilmu perlindungan tanaman.

 

 

 

Output Si Rute Aman

Dalam rangka pemberdayaan petani melalui Si Rute Aman, penulis merangkai beberapa informasi yang dikemas dengan tampilan menarik dalam sebuah sistem untuk mengarahkan pengguna khususnya petani pada saat menentukan model/teknik penanganan tanaman yang terserang hama/penyakit dalam penentuan tindakan kebijakan pengendalian. Dengan demikian output/keluaran Sistem Informasi Ruang Layanan Dokter Tanaman (Si Rute Aman) adalah suatu sistem yang menyajikan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam bentuk aplikasi.

 

Si Rute Aman memiliki peran penting dalam pengembangan budaya kerja, jika ditinjau dari unsur dasar budaya kerja, karena terbukti mampu memaksimalkan respon pelayanan kepada petani atau pengguna. Disisi lain berperan memotivasi lingkungan kerja untuk selalu menambah pengetahuan dan memahami tupoksi khususnya dalam perlindungan tanaman. Peran lainnya menggiring untuk membiasakan selalu bersikap tanggung jawab atas informasi yang disajikan dalam setiap konten Si Rute Aman dan juga menjadi kekuatan pendorong agar selalu siaga dalam meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat terhadap perlindungan tanaman secara mandiri/tidak tergantung pada program/kegiatan dari pemetintah.

 

Semua peran tersebut dikarenakan mata rantai informasi yang disajikan oleh Si Rute Aman memiliki proses dimana setiap aktivitas berkaitan dengan aktivitas lain sehingga terjalin kualitas produk akhir yang baik dalam mendukung budaya kerja yang optimal.

 

 

Peran Si Rute Aman dalam pengembangan budaya organisasi

Setiap langkah atau kegiatan yang dilakukan, baik perencanaan yang bersifat strategis dan taktikal maupun kegiatan implementasi perencanaan, harus berdasar pada budaya organisasi karena budaya organisasi dapat dimanfaatkan sebagai daya yang berfungsi sebagai rantai pengikat dalam proses menyamakan persepsi karyawan terhadap suatu permasalahan, sehingga akan menjadi suatu kekuatan dalam pencapaian tujuan organisasi. Si Rute Aman mendorong organisasi menyusun perencanaan strategik untuk mengintegrasikan setiap aktivitas/kegiatan ke dalam satu kesatuan dari hulu hingga ke hilir secara proporsional.

 

Si Rute Aman menjadi suatu daya yang mampu mengikat karyawan dalam menyelesaikan permasalahan hama/penyakit di lapangan. Konsep yang disajikan dalam Si Rute Aman, mendorong sesama karyawan yang bertugas sebagai mantri tanaman dan dokter tanaman bekerjasama melayani pengguna dalam ruang pintar. Pengembangan budaya organisasi secara tidak langsung direkatkan oleh Si Rute Aman yang berdampak positif terhadap kinerja, sehingga meningkatkan kinerja organisasi.

 

Peran Si Rute Aman dalam pengembangan budaya masyarakat

Dalam memajukan budaya yang ada pada masyarakat, diperlukan inovasi dan ide-ide kreatif. Membangun jejaring adalah suatu hal yang sangat penting untuk memenangkan kompetisi jika ingin terus berkembang dan melahirkan jaringan budaya. Si Rute Aman merupakan suatu inovasi kreatif yang sangat sederhana sehingga mampu berperan sebagai pendorong kebiasaan lama yang ketergantungan pada fasilitas pemerintah untuk beralih pada kemandirian.

 

Selama ini telah membudaya dikalangan masyarakat/petani, ketika terjadi serangan hama/penyakit maka petani atau petugas kabupaten/kota menginformasikan melalui surat atau telepon dan mengirimkan foto tanaman/sample tanaman yang terserang, kemudian petugas POTP (mantri dan dokter tanaman) mendiagnosa gejala serangan dan jika diperlukan melakukan survey lokasi sehingga untuk penanganan pengendalian membutuhkan waktu yang lama. Setelah lahir Si Rute Aman, maka muncul budaya baru yang sangat menyenangkan bagi masyarakat, gejala serangan yang ada di kebun langsung bisa diketahui masyarakat/petani dalam waktu 1 menit, melalui aplikasi Si Rute Aman sehingga tindakan pengendalian dapat segera dilakukan sesuai rekomendasi Si Rute Aman.

 

Peran Si Rute Aman dalam meningkatkan nilai nilai kebangsaan bagi stakeholders

Inovasi menjadi kunci peningkatan daya saing bangsa karena itu penguatan inovasi bukan hanya menyangkut persaingan namun juga meningkatkan nilai nilai kebangsaan. Pentingnya komitmen dan konsistensi semua pihak menjadi kunci keberhasilan, keunggulan dan kesejahteraan bangsa. Si Rute Aman memberi pelajaran dan arahan bagi semua stakeholders agar selalu berkomitmen dalam melakukan perlindungan tanaman terutanama dalam tindakan kebijakan pengembilan keputusan teknik pengendalian hama/penyakit. Salah menentukan teknik, waktu dan sasaran pengendalian hama/penyakit maka berakibat fatal terhadap kerugian secara ekonomi. Tujuannya ingin menyelamatkan tanaman dari serangan hama/penyakit, malah yang terjadi sebaliknya, tanaman mati akibat salah penentuan teknik dan dosis pengendalian.

 

Disisi lain peran Si Rute Aman, memberikan konsistensi dalam meningkatkan nilai nilai kebangsaan, dari aspek kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dalam informasi yang disajikan selalu mengajarkan strategi pengendalian hama/penyakit yang aman dan ramah lingkungan. Jika diimplikasikan terhadap nilai kebangsaan bagi stakeholder, maka jelas mengajak stakeholder menjaga keberlangsungan bangsa dan mengutamakan kepentingan kesejahteraan bangsa.

 

Melalui Si Rute Aman, diajarkan teknik pengendalian ramah lingkungan dengan tidak menggunakan pestisida kimia. Khusus untuk kopi arabika tanpa penggunaan kimia dengan bantuan lembaga sertifikasi organik, beberapa petani telah mendapatkan sertifikat organik yang berlaku di beberapa negara. Pemasaran produk organik petani tersebut telah mewakili kehadiran bangsa sekaligus mengharumkan dan mengangkat nilai nilai kebangsaan di pasar dunia (SITI PURNAMA).

 


Dibaca : 41 kali