BANDUNG – Tiga inovasi Dinas Perkebunan; Aksi Tali Intan, Lima Perak dan Balantik Benih mewarnai tahapan  presentasi dan wawancara hari terakhir Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB)  yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Barat.  Ke 3 inovasi tersebut berdasarkan surat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat no. 067/4485/Org tanggal 13 Oktober 2020  ditetapkan masuk ke dalam TOP32 KIJB sehingga layak mengikuti tahap presentasi dan wawancara.  

Aturan main pada tahap presentasi dan wawancara  dibagi ke dalam 3 bagian;  diawali dengan pemutaran video inovasi berdurasi 3 menit, kemudian diikuti  pemaparan inovasi oleh presenter (kepala Dinas Perkebunan) selama 10 menit dan wawancara dengan tim penilai selama 15 menit, sehingga setiap inovasi mendapat fasilitas waktu selama 28 menit.  Ke 3 inovasi tersebut menghabiskan waktu kurang lebih selama  3 jam.  “H. Ateng Kusnandar”  selaku kepala bagian yang menangani KIJB, bertindak sebagai pengarah acara sekaligus moderator presentasi  dan wawancara.   

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat “Hendy Jadnika” didampingi inovator Aksi Tali Intan dan Lima Perak “Siti Purnama” serta inovator Balantik Benih “Dudung A. Suganda”  dan tim teknis Maria Wulan memaparkan ke 3 inovasi tersebut secara bergantian dihadapat 5 orang dewan juri di Ruang Malabar Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22 Kota Bandung pada Senin (26/10/20). 

Inovasi Aksi Tali Intan mendapat giliran pertama pada saat presentasi dan wawancara, disusul inovasi Lima Perak dan Balantik Benih.  Hendy mengatakan, keunikan/kebaruan Aksi Tali Intan terletak pada Teknik Pengendalian Hama Penyakitnya, yaitu murah dan mudah dilakukan,  tanpa menuntut keberadaan alat-alat canggih karena hanya dilakukan dengan cara memungut bagian tanaman yang terserang hama penyakit dan memungut organisme penyebab serangan. Menurut Hendy keunikan lainnya terletak pada  teknik pencatatan dan pemberian insentif bagi pengumpul hama penyakit terbanyak, sehingga kolaborasi  berbagai keunikan ini telah mampu menurunkan tingkat serangan hama penyakit sebesar 4,12% atau dari serangan  tinggi menjadi serangan rendah, tutur beliau.

Disisi lain Hendy mengungkapkan keunikan/kebaruan Lima Perak, terletak pada Strategi ketepatan pengaturan waktu, target sasaran dan teknik pengendalian yang terencana pada sebelum pembuahan, saat pembuahan dan setelah pembuahan. Pihaknya menambahkan keunikan lainnya terletak pada saat pembungaan, petani diajarkan melakukan teknik pengendalian hayati, pada saat pembuahan melakukan pengendalian secara fisik  dan pada saat masa berbuah hingga akhir masa panen, petani diajarkan melakukan pengendalian mekanik,  dengan demikian ketepatan strategi Lima Perak  dalam pengaturan teknik pengendalian dan masa perkembangan tanaman menjadi sangat penting sebagai perwujudan  pertanian berkelanjutan dan kelestarian lingkungan tanpa aplikasi bahan kimia, ujar Hendy.

Hal senada disampaikan Hendy untuk inovasi Bantuan Layanan Teknik Perbenihan (Balantik Benih) yang mendapat giliran terakhir dari ke 3 inovasi tersebut, Hendy menegaskan Balantik Benih menyoroti bantuan layanan teknik perbenihan terutama dalam tatatertib dan pengawasan distribusi benih yang diproduksi oleh Dinas Perkebunan.

Usai pemaparan  inovasi, ke 5 dewan juri yang telah ditetapkan oleh Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 067.05/Kep.188-Org/2020 tentang Tim Penilai Kompetisi Inovasi Jawa Barat Tahun 2020 tersebut   “Ahmad Komarulzaman, S.E., M.Sc., Ph.D (Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Unpad), Dr. Intan Taufik, S.Si., M.Si. (Dosen Sekolah Ilmu Pengetahuan Teknologi Hayati ITB), Suhendrik S.IP (Direktur Institut Ekspres Jabar Pro Otonomi), Antik Bintari, S.IP., M.T. (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad) dan dr. Dani Ferdian, M.K.M (Dosen Fakultas Kedokteran Unpad)” secara bergiliran melontarkan pertanyaan kepada presenter dan pendampingnya.  Diskusi dua arah terjalin dengan serius dan tertib sesuai aturan main yang telah ditentukan panitia.  Berbagai pertanyaan menarik mulai dari keunikan inovasi, implementasi, dampak, keberlanjutan sampai kepada potensi reflikasi inovasi dibahas secara detil oleh  presenter dan inovator sesuai permintaan  tim penilai  KIJB. 

Sebagai pengarah acara, “H. Ateng Kusnandar” menutup tahap presentasi dan wawancara ke 3 inovasi.  Sebelumnya beliau menegaskan kompetisi yang diikuti perangkat daerah provinsi dan   pemerintah daerah kabupaten / kota ini merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif sebagai salah satu misi pemerintahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.  KIJB diharapkan mampu mendorong perangkat daerah dan kabupaten / kota untuk memunculkan inovasi kompetitif. (SITI PURNAMA).


Dibaca : 162 kali