BANDUNG – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Tim INJABAR Unpad (Universitas Padjadjaran) melakukan Kajian Strategi Pencapaian Penghargaan Nasional Jawa Barat.  Agenda bahasan kali ini terkait  pemetaan target penghargaan nasional yang akan dicapai Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan penyampaian hasil angket perangkat daerah dan biro lingkup pemprov.  Acara yang dihadiri 46 perwakilan perangkat daerah tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BP2D, Linda Al Amin secara virtual pada Kamis (11/02/21).

Menurut Linda dalam sambutan pengantarnya, kajian ini bertujuan untuk menyusun strategi  Pemda Provinsi Jabar dalam meningkatkan perolehan penghargaan di tingkat nasional dengan fokus mengedepankan optimalisasi pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.  ‘’Menindaklanjuti pertemuan yang lalu, tanggal 23-24 Maret nanti kita harus selesai memetakan target penghargaan nasional yang akan dicapai  Pemprov Jabar oleh karena itu kami membutuhkan dukungan dari semua perangkat daerah” kata nya.

Lebih lanjut disampaikan Linda; “Kami ingin tahu apa saja penghargaan nasional yang diraih oleh masing-masing perangkat daerah dalam tiga tahun terakhir, termasuk juga penghargaan yang belum pernah diikuti. Kami telah menyampaikan angket kepada masing-masing perangkat daerah dan kami juga  akan menindak lanjuti angket serta masukan dari Bapak dan Ibu.  Sampaikan info selengkap dan seakurat mungkin beserta peringkatnya. Apabila peringkatnya dibawah target maka sampaikan apa kendalanya dan sampaikan pula target yang akan dicapai untuk saat ini’’.  Beliau  juga menjelaskan bahwa saat ini tim BP2D menjadi acuan Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk mengoptimalkan raihan penghargaan tingkat nasional.

Selanjutnya perwakilan dari tim INJABAR Unpad Yogi Suprayogi memaparkan kuesioner yang telah diserahkan kembali oleh masing-masing perangkat daerah. Namun Yogi mengungkapkan bahwa masih ada beberapa poin yang harus didiskusikan terutama kolom yang masih kosong karena mungkin saat mengisi para wakil perangkat daerah masih bingung dan kesulitan mendeskripsikan kategori penghargaan yang tidak masuk dalam 3 besar. Berdasarkan laporan BP2D Jabar sudah ada 126 penghargaan yang masuk namun setelah dikaji belum semua terlaporkan.

“Jumlah Perangkat daerah yang sudah mengumpulkan data sebanyak 22 dari 45, sisanya 23 masih belum mengumpulkan. Sedangkan untuk penghargaan, yang sudah terkumpul diGoogle Form sebanyak 170 berbeda dengan data awal yang dikumpulkan oleh BP2D  yaitu 126. Data tersebut akan dicek kembali kesesuaiannya dengan kriteria dan akan dihapus apabila ada data ganda’’ begitu jelas Yogi. Penghargaan yang telah diraih kemudian dikategorikan lagi ke dalam peringkat, untuk Top 45 tingkat nasional maka akan dideskripsikan sebagai kategori Gold.

Kajian virtual ini kemudian dibagi kedalam 4 room yang terdiri dari wakil beberapa Perangkat Daerah, fasilitator dan notulen. Fasilitator Ray Namba dan Notulen dari Tim BP2D kemudian memandu wakil Perangkat daerah melalui wawancara yang membahas mengenai isian dari angket yang telah diserahkan oleh Perangkat Daerah. Beberapa Perangkat Daerah kemudian memaparkan penghargaan yang telah diraih, yang tidak pernah mendapatkan peringkat terbaik dan kendalanya serta kategori penghargaan yang sama sekali belum pernah diraih. Kunci keberhasilan para Perangkat Daerah dalam meraih penghargaan adalah evaluasi serta pembinaan. Sedangkan kendala yang dihadapi rata-rata adalah pada faktor Sumber Daya Manusia (SDM) baik itu jumlahnya yang terbatas maupun skill yang harus ditingkatkan. Namun hal tersebut kedepannya tidak akan menjadi hambatan lagi karena saat ini Perangkat Daerah di Jawa Barat sudah banyak merekrut CPNS baru.

Kepala Balai Perlindungan Perkebunan Siti Purnama, menegaskan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu Perangkat daerah telah meraih banyak prestasi. Menurutnya  penghargaan nasional yang telah diraih Disbun Jabar dalam tiga tahun terakhir ini salah satunya, inovasi digital yaitu aplikasi Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan (SI PERUT LAPER). Pada tahun 2019 SI PERUT LAPER berhasil meraih TOP45 Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan olah Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) RI. 

Fasilitator, Ray Namba kemudian mengajukan pertanyaan bagaimana support dan peran para pimpinan terhadap inovasi dan raihan penghargaan yang telah diperoleh SI PERUT LAPER. Menjawab pertanyaan tersebut Siti Purnama kemudian menjelaskan ‘’ Untuk inovasi ini awalnya kami hanya berinisiatif sendiri tetapi karena memang inovasi ini tujuannya baik dan ternyata memang  mendapat penghargaan maka pimpinan sangat mendukung, sampai sekarang pimpinan terus mendukung inovasi-inovasi Disbun’’

‘’Awalnya dalam menciptakan inovasi ini kami tidak mempunyai anggaran khusus karena niat kami dari awal memang untuk membantu para pelaku usaha tani dan petani dalam pengelolaan lahan perkebunan serta meringankan petugas kami dalam membina dan memberikan arahan kepada para petani. Namun kemudian kami ajukan untuk mengikuti kompetisi SINOVIK  dan ternyata dapat meraih penghargaan TOP 45 pimpinan kami semakin mendukung dengan adanya anggaran untuk penyempurnaan inovasi-inovasi yang sudah ada’’ ungkap Siti kepada fasilitator dan notulen ketika diajukan pertanyaan mengenai anggaran yang diperlukan dalam menciptakan inovasi yang telah medapatkan penghargaan tersebut.

Selain SI PERUT LAPER Siti Purnama kemudian memaparkan penghargaan tingkat nasional yang diraih oleh Dinas Perkebunan Jawa Barat dalam periode tiga tahun terakhir. Diantaranya adalah penghargaan terbaik kepada Gubernur Jabar dari Kemetrian Pertanian (KEMENTAN) dalam rangka Hari Perkebunan Nasional pada tahun 2018 dan 2019 di dua kategori yang berbeda yaitu Kepala Daerah Peduli Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan dan Kepala Daerah Peduli Peningkatan Produksi dan Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan. Lalu pada tahun 2019 selain dari SI PERUT LAPER Disbun Jabar juga memperoleh penghargaan Juara 1 Abdi Bakti Tani melalui Balai Perlindungan Perkebunan yang juga pernah diperelah pada tahun 2017 dari KEMENTAN. Masih di tahun 2019 aplikasi Sistem Informasi Konsultasi Petani Kebun (SI KONTAK) mendapat Juara 3 kategori Inovasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Lingkup KEMENTAN. Ketika ditanya mengenai penyebab SI KONTAK tidak dapat meraih Juara ke 1 Siti menjelaskan bahwa jumlah pengguna yang belum optimal dan berkurangnnya pengunjung adalah kendala utamanya.

‘’Pada tahun 2020 Aplikasi SI BULU BABEH mendapatkan peringkat TOP 99 di Kompetisi SINOVIK. Kendala yang dihadapi untuk masuk ke TOP 45 karena strukturnya yang kurang representatif lalu mungkin dari segi tampilan dan alurnya kurang simpel. Semoga tahun 2021 akan ada pengembangan inovasi lain lagi yang lebih representatif sehingga bisa masuk ke TOP 45’’ sambung Siti Purnama.

Mengenai koordinasi dengan pihak lain dalam meraih berbagai penghargaan Siti memaparkan bahwa selama ini sudah sangat baik tidak pernah ada kendala baik itu dengan bidang maupun dengan Perangkat Daerah lain. Seperti contoh SI KONTAK dengan para perangkat daerah tingkat kabupaten kota dan SI PERUT LAPAR dengan para petani semuanya berjalan dengan lancar. ‘’BAPPEDA pun sudah memfasilitasi penganggaran untuk penyempurnaan inovasi-inovasi kami’’ sambungnya.

‘’Semua inovasi yang kami ciptakan adalah untuk membantu para petani dan para pelaku usaha perkebunan. Dengan aplikasi SI PERUT LAPER petani bisa mengetahui komoditas apa yang cocok ditanam di lahannya. Dan apabila tidak cocok maka mereka bisa mengetahui apa masalah dan penyebabnya. Aplikasi SI KONTAK lebih fokus ke konsultasi petani, misalnya ada serangan hama penyakit di kebunnya, jadi petani bisa mencari atau menguplod foto hama penyakit  tanaman pada SI KONTAK lalu bisa berkonsultasi apa masalah yang ditimbulkan dan akan medapatkan solusinya’’ pungkas Siti Purnama pada akhir sesi pemaparan.

Dari angket tersebut maka nantinya akan dibuat sebuah pemetaan oleh Tim BP2D Jabar mengenai target penghargaan nasional yang akan diperoleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan semua Perangkat Daerah khususnya Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sepakat mengembangkan dan menyempurnakan  inovasi-inovasi baru untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin. ***HUMAS DISBUN


Dibaca : 134 kali