BANDUNG - Kopi Binaan Dinas Perkebunan Jawa Barat yang dilepas oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Kang Emil ke Australia bulan Oktober lalu masuk sebagai salah satu kopi yang dapat menembus kedai kopi bertaraf internasional di Sydney, Australia.

Tepatnya tanggal 9 Oktober 2020 Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Hendy Jatnika dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI Kasan melakukan pelepasan ekspor 16 ton Kopi Java Preanger Jabarano ke Australia. Kopi ini merupakan kopi terbaik yang dihasilkan oleh para kelompok binaan CV. Frinsa Agrolestary di Kabupaten Bandung.

Dilansir dari situs Beritasatu.com Kopi yang diproduksi Java Frinsa Estate, yaitu perusahaan kopi asal Kecamatan Pangalengan, Bandung, berhasil menembus kedai kopi bertaraf internasional Campos Coffee yang terletak di Sydney, Australia.

Kopi yang diproduksi Java Frinsa Estate ini dapat dikatakan memiliki kualitas daya saing yang tinggi, dari segi rasa  sangat disukai khususnya oleh pasar Eropa dan Amerika Serikat karena memiliki aroma khas dan cita rasa yang unik dan mampu memanjakan penikmat kopi dengan kesan mild-nya. Dari segi harga pun termasuk berdaya saing tinggi.

Biji kopi dari Java Frinsa Estate itu dijual dengan seharga AUD (Australian Dollar) 18 (Rp 192.000) per 250 gram dan telah dipromosikan ke pelanggan Campos sejak Januari 2021 untuk menarik animo positif dari masyarakat Australia seperti dilansir dari situs Beritasatu.com.

Mengutip pernyataan Kang Emil pada saat acara pelepasan ekspor kopi Jabarano ke Australia bulan Oktober lalu bahwa Specialty Coffee asal Provinsi Jawa Barat (Jabar), kopi arabika Java Preanger, mampu mengantarkan Indonesia sebagai salah satu pemasok biji kopi terbaik yang diminati di Asia, Eropa, hingga Amerika.

Kopi lokal asal Jawa Barat yang dikenal dengan nama pasar Kopi Jabarano ini merupakan kopi yang bisa menjadi komoditas andalan Provinsi Jawa Barat karena keunikan rasanya yang disukai para penikmat kopi di mancananegara, terutama Eropa Amerika Serikat. Di tengah pandemi saat ini komoditas perkebunan satu ini justru bisa tetap mencari celah untuk survive melalui ekspor.

Berbicara mengenai Compos Coffee yang merupakan kedai kopi dan roaster ternama yang bertaraf internasional. Selain itu, kedai kopi ini mempunyai workshop yang digunakan bagi para barista muda sebagai tempat belajar meramu kopi. Kedai kopi ini telah berdisi sejak tahun 1997 dan telah memiliki tiga flagship stores yaitu di Newtown, Barangaroo, dan Newstead Brisbane. Selain di Australia, Campos Coffee juga telah mengekspansi bisnisnya sampai ke Amerika Serikat, yaitu dengan mendirikan dua kafe di kota Salt Lake City, Amerika Serikat.

Pangsa pasar kopi lokal dari Indonesia terbuka lebar di Australia, mengingat sebagian besar dari penduduk Australia yaitu 75% diantaranya atau sekitar 19 juta adalah peminum kopi, termasuk 39% merupakan penggemar espresso-based yang lebih banyak membelinya melalui kedai kopi dibandingkan supermarket. Dengan masuknya kopi yang diproduksi Java  Frinsa Estate diharapkan bisa membuka jaringan-jaringan baru agar kopi lokal dari Indonesia dapat terus mengembangkan eksistensinya di Australia.

Hal itu meyebabkan kebutuhan Negara Australia akan kopi sangat besar. Australia mengimpor kopi dari berbagai negara dengan rata-rata 96.000 ton per tahun. Harga kopi di kafe di Australia rata-rata AUD 4 (Rp 43.000) per cangkir dan penduduk Australia mengeluarkan sekitar AUD 3 miliar (Rp 32 triliun) per tahun untuk konsumsi kopi.

Selain atas peran pemerintah, khususnya dalam hal ini Kemendag dan pemerintah daerah Jawa Barat dalam upaya melakukan pengembangan ekspor kopi khususnya dari Jabar melalui fasilitasi perwakilan perdagangan Kemendag yang ada di luar negeri. Peran seorang diaspora juga turut andil dalam pengembangan kopi lokal asal Indonesia di Australia.

Mengutip pernyataan Kadisbun Jabar, Hendy Jatnika bahwa dalam mendukung upaya ekspor kopi, pemda Jabar melakukan kunjungan ke Australia yang secara langsung delegasinya dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat untuk misinya mempromosikan kopi Jabar  dan meresmikan café Jabarano. Direktur CV. Frinsa ‘Wildan Mustofa’ juga merupakan salah satu anggota delegasi yang ikut Australia saat itu dan sekarang Wildan telah menindak lanjuti hasil kunjungan tersebut.

Mengutip pernyataan Konsul Jenderal RI di Sydney, Heru Subolo, bahwa keberhasilan kopi Indonesia masuk ke Campos Coffee berkat kerja keras seorang pebisnis diaspora Indonesia, yaitu Benji Salim selaku pemilik kafe The Q on Harris di Sydney. Hal ini diungkapkan Heru saat mengunjungi salah satu gerai Campos di Newtown, Sydney, seperti dikutip dari siaran pers Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney melalui situs Beritasatu.com, Jumat (5/2/2021).

Menurut Heru, Benji adalah mitra KJRI Sydney dalam diplomasi kopi ke pasar Australia. Dia menjual kopi single origin dari Indonesia, termasuk dari Java Frinsa Estate, Solok Radjo Sumatera Barat, Kerinci Radjo Sumatera Tengah, dan Toarco Toraja.

Heru mendorong agar semua diaspora turut membantu dalam diplomasi kopi Indonesia dengan mempromosikan kopi dalam negeri atau menjadi duta kopi Indonesia bagi keluarga, teman, dan rekan kerja.

Dengan adanya kerjasama dan peran dari berbagai pihak, berharap pengembangan ekspor komoditas kopi ini terus mengalami peningkatan ke seluruh mancanegara. Agar visi dari Kang Emil bahwa bisnis mendunia bisa terus terwujud.**(HUMAS-DISBUN)

 


Dibaca : 49 kali