BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah mendapatkan berbagai predikat dan penghargaan di bidang inovasi, termasuk  Sistem Merit. Untuk itu, BPKP mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah Jabar, kuhusunya dalam penggunaan teknologi IT. Terkait dengan inovasi, perubahan yang dilakukan sangat luar biasa, Pemdaprov Jabar patut mendapatkan perhatian dari luar khususnya dari pemda lain, termasuk BPKP menjadikan Jabar sebagai target benchmarking..  Hal ini disampaikan oleh Kepala BPKP Jabar, Mulyana pada pembukaan kunjungan lapangan diklat kepemimpinan administrator lingkup BPKP se Indonesia  tahun 2021  pada Selasa (23/02/2021).

BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Jabar melaksanakan diklat pelatihan kepemimpinan administrator di lingkungan BPKP dengan tema percepatan transformasi digital melalui peran administrator. Ada 29 peserta yang terdiri dari kepala bagian, kegiatan ini dilakasanakan dalam video conference mengingat kondisi pandemic belum usai.  “Untuk diketahui bahwa study lapangan ini sesuatu yang memang harus dilaksanakan oleh para peserta  sehingga walaupun online, kami harap seluruh peserta bisa bersungguh-sungguh, sehingga bisa menjadi acuan inovasi yang bisa dilaksanakan di BPKP,” kata Mulyana.

Kepemimpinan merupakan bagian penting dari sistem manajemen, tanpa seorang pemimpin tentunya roda organisasi akan mengalami kendala dalam mencapai tujuan organisasai. Adapun beberapa hal yang harus menjadi perhatian para calon pemimpin adalah: (1) Integritas, yang merupakan dasar utama bagi seseorang dalam  kepemimpinan, (2) Komitmen terhadap Kompetensi, seorang pemimpin harus memenuhi syarat-syarat kompetensi, studi lapangan ini digelar dalam rangka mendukung kompetensi, (3) Orientasi kepada pencapaian tujuan, studi lapangan ini bisa memberikan pengetahuan bagi peserta dalam mempertajam orientasi tujuan, (4) Kewaspadaan, mengingat kondisi dunia berubah sangat cepat. Sulit ditebak arahnya.volatility, uncertainty complexity, ambiguity harus dihadapi dengan pola kerja yang sesuai berorientasi pada VUCA.

Mulyana mengungkapkan “Rasanya sangat tepat apa yang disampikan oleh Kepala Pusdiklat  bahwa studi lapangan difokuskan di Jabar. Kami mengapresiasi pemerintah daerah Provinsi Jabar, khususnya dalam menggunakan IT,  inovasi dan perubahan yang  dilakukan. Patutlah Provinsi Jabar mendapat perhatian khususnya dari pemerintah daerah lain, termasuk BPKP menjadikan sebagai  target basemarking. Studi ini akan memberikan informasi baik, khususnya dalam melakukan perubahan”.

Selanjutnya Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat Abdurachim menyampaikan terimakasihnya karena telah memilih Jabar sebagai tempat belajar. “Terima kasih dalam proses untuk menjadikan ASN Pemprov Jabar mampu bersaing tidak hanya di level nasional tapi juga di level regional . Kita sama-sama berbagi informasi pengetahuan. Tentunya dengan semangat inovasi dan kolaborasi demi Jabar juara lahir  batin telah menjadikan kami selalu menaikan standar untuk ASN kami, kami ingin menjadikan ASN sebagai innovator dan kolaborator. Dengan inovasi kami bisa menerapkan Birokrasi 3.0 dengan focus pada kerjasama dengan berbagai pihak, kolaborasi diantara Akademisi, Coorporate, Government dan Masyarakat. Karena membangun suatu wilayah tidak mungkin dilakukan sendiri. Kami hetrick menadapatkan predikat SAKIP 3 kali berturut-turut’’, ujarnya.

Lebih lanjut Dudi mengatakan bahwa semua program yang telah disusun bertujuan melayani publik secara maksimal, dalam prosesnya dilakukan secara efektif dan efisien. Cara kerja yang paling penting, kita juga harus beradaptasi terhadap perkembangan ICT (Informatin and Communication Technology). Pemdaprov Jabar mendapatkan penghargaan peringkat 1 untuk anugrah Merit System se-Indonesia. Hal tersebut menjadi bukti Pemdaprov Jabar berhasil menerapkan merit system pada ASN dengan baik. Hal dasar yang harus diperbaiki “data ASN”, data yang didukung oleh teknologi akan mempercepat dalam pembuatan keputusan. Dengan ICT pengolahan data menjadi lebih cepat dan mudah. Tidak ada lagi orang dalam/ KKN, semuanya berdasarkan merit system. Komite ASN turut mengawasi penerapan merit system di Jawa barat. Termasuk talent management dalam melakukan rotasi dan promosi jabatan.

Talent Management  digambarkan dalam 2 koordinat yaitu koordinat sumbu X yang berarti dan sumbu Y yang berarti kinerja.  Koordinate X dan Y akan menghasilkan 9 kotak. Orang yang sudah dipetakan dalam kotak 9 sudah layak dipetakan dalam promosi, sudah memenuhi pendidikan, keterampilan. ASN yang sudah masuk ke dalam kotak 9,7,8 akan mudah dipromosikan, kata Dudi.

Untuk menunjang merit system, pemda Jabar memberikan Employee of The Month  untuk mengapresiasi kinerja ASN, dengan reward sejumlah uang 1x nominal TPP bulanannya. Selain itu ASN penerima Employee of The Month juga berkesempatan untuk dapat menikamti makan bersama Gubernur Jabar. Hal ini untuk memotivasi agar para ASN selalu meningkatkan kinerjanya, tambah Dudi.

Coorporte University diatur dalam UU management ASN. Sistem ini merupakan pengembangan dari konvensional menjadi VUCA, dengan pendekatan Human Capital sebagai investasi jangka panjang, Knowledeg management menjadi focusnya.  Di  akhir sambutannya Dudi tak lupa mengucapakan terimakasih atas kepercayaan Pusdiklat. Semoga kerja keras kita menjadi ibadah.***HUMAS DISBUN


Dibaca : 135 kali