BANDUNG – Kepala Bidang Sumberdaya Perkebunan, Ir. Agus Sutirman, MP mengatakan  rendahnya minat generasi milenial terhadap bidang agribisnis berakibat pada ketidak pastian masa depan pertanian.  Untuk itu Disbun menginisiasi Pencetakan Petani Milenial Bidang Perkebunan, terutama aspek wirausaha, digital marketing dan juga kompetensi milenial.  Kegiatan yang berbentuk  BIMTEK Peningkatan Kompetensi Pelaku Usaha Perkebunan (Magang) ini dilaksanakan di Tonas Coffee, Lembang Kabupaten Bandung Barat (26/02/21).

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2014, untuk tahun ini baru dilaksanakan dua angkatan, nantinya akan ada empat angkatan hingga bulan April” jelas Kepala Bidang Sumberdaya Perkebunan, Agus Sutirman kepada Tim Humas Disbun Jabar.  

Menurut Agus tujuan Pencetakan Petani Milenial Bidang Perkebunan ini adalah untuk menyiapkan generasi muda pelaku usaha tani (pekebun), yang memiliki visi masa depan, capable, kompeten, tangguh, inovatif, bertanggung jawab, professional, berdaya saing dan mandiri. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara berkesinambungan dan untuk mendukung Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045 dan sebagai negara agribisnis berkelas dunia.

Selanjutnya Agus menambahkan untuk sasaran dari program ini adalah petani perkebunan pemula se-Jawa Barat, berusia antara 19 – 39 tahun, memiliki keinginan dan daya juang yang kuat untuk menjadi pelopor bagi kemajuan dunia pertanian/perkebunan, kreatif, Inovatif serta adaptif terhadap kemajuan teknologi digital.

Lebih lanjut Agus mengungkapkan bahwa Pencetakan Petani Milenial Bidang Perkebunan ini diikuti  para petani milenial dari kabupaten/ kota.  Bimtek Wirausaha Baru sebanyak 2 angkatan, masing-masing diikuti 30 orang peserta, melalui pelatihan keterampilan hulu sampai hilir untuk komoditas kopi dan teh.  Namun demikian menurut Agus untuk bulan ini angkatan 1 hanya focus pada komoditas kopi saja, dan rencananya angkatan ke 2 akan dilaksanakan bulan Maret, serta angkatan ke 3 bulan April.

Agus juga menuturkan program pencetakan 100.000 wirausaha baru Provinsi Jabar menggunakan sumber dana dari APBD dan APBN. Berdasarkan data dari tahun 2014-2020 jumlah peserta Bimtek Petani Milenial Bidang Perkebunan sebanyak 4.304 orang, 3.399 orang diantaranya laki-laki  dan 867 orang perempuan. Terkait focus bahasan komoditas, Agus meyakini   masih didominasi oleh kopi sebanyak 35% kemudian disusul teh sebanyak 30% dan sisanya terdiri dari kelapa, karet, cengkeh, aren, pala, tembakau, tebu, atsiri, tebu dan lain-lain.

Pihaknya menggambarkan  sebaran alumni BIMTEK Petani Milenial Bidang Perkebunan  tersebar di seluruh daerah Jawa Barat, terbanyak berada di Kabupaten Bandung yaitu  710 orang, kemudian di Kabupaten Bandung Barat sebanyak 455 orang, disusul oleh Kabupaten Sukabumi sebanyak 408 orang. Sedangkan untuk jumlah alumni BIMTEK paling sedikit ada di Kabupaten Bekasi yaitu hanya 1 orang, Kota Tasikmalaya ada 6 orang, Kota Depok dan Kota Cirebon masing-masing  10 orang, tambah Agus.

Adapun untuk ruang lingkup BIMTEK Petani Milenial Bidang Perkebunan ini mencakup BIMTEK Wirausaha Baru, BIMTEK Kompetensi/ Magang, dan BIMTEK Digital Marketing. Untuk Bimtek Wirausaha Baru meliputi pelatihan motivasi wirausaha, produk perkebunan, cashflow, manajemen usaha, branding, pengemasan produk dan marketing. Sedangkan untuk BIMTEK Kompetensi/ Magang meliputi pelatihan budidaya,  produksi, pengolahan, kualitas bahan baku, dan peningkatan keterampilan profesi. Dan untuk BIMTEK Digital Marketing materi pelatihannya mencakup SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing), SERP (Search Engine Result Page), market place, marketing online, branding online.

Untuk mekanisme BIMTEK Wirausaha Baru dimulai dari proses pendaftaran calon peserta, kemudian seleksi administrasi dan wawancara, setelah itu baru pelaksanaan BIMTEK kelas, dan selanjutnya benchmarking wirausaha. Sehingga pada akhirnya akan menciptakan para alumni BIMTEK Wirausaha Baru yang tersebar di seluruh daerah se-Jawa Barat.

Selanjutnya untuk mekanisme pembinaan BIMTEK Kompetensi/Magang merupakan lanjutan dari BIMTEK WUB yaitu dimulai dengan alumni BIMTEK WUB melaksanakan pre test, kemudian praktik lapangan, dan dilanjutkan dengan melakukan post test sehingga lahirlah para alumni BIMTEK Magang ini.

Setelah itu para alumni BIMTEK Magang ini akan masuk ke BIMTEK Digital Marketing, dalam BIMTEK ini akan dimulai dengan paparan materi dari narasumber yang kompeten di bidangnya, kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi dan praktek digital marketing, sampai akhirnya lahirlah Petani Milenial Bidang Perkebunan. Jadi, dapat dikatakan bahwa BIMTEK ini merupakan rangkaian kegiatan menuju Pencetakan Petani Milenial Bidang Perkebunan.

Untuk tahun 2021 BIMTEK ini akan focus pada pencetakan 200 petani milenial. Setelah rangkaian BIMTEK tersebut diikuti para peserta calon Petani Milenial Bidang Perkebunan, akan ada kegiatan pasca BIMTEK yang berupa dukungan akses permodalan KUR, bantuan benih unggul bersertifikat, bantuan pupuk bersubsidi, dan dukungan alat pengolahan hasil.

Dampaknya sudah dapat dilihat, bahwa para alumni ini ketika kembali ke daerahnya masing-masing, mereka menjadi inovator dan motivator bagi petani milenial di daerahnya, sehingga tumbuhlah agribisnis perkebunan di daerah-daerah tersebut. Contohnya untuk agribisnis kopi yang mulai tumbuh maju dibangun oleh para alumni ini di daerah Pangandaran, Kuningan, Sukabumi, Tasikmalaya dan Bogor.

Menurut Agus mungkin nantinya akan timbul pertanyaan bahwa “apakah program ini adalah program yang sama seperti program Petani Milenial yang diinisiasi oleh Gubernur RK?”, jawabannya program Ini merupakan kegiatan rutin Dinas Perkebunan sejak tahun 2014, tetapi arahnya sejalan dan mendukung program Petani Milenial yang dicetuskan oleh Gubernur RK. Untuk program Petani Milenial Disbun ini hanya memoles kompetensinya saja, tidak ditindaklanjuti dengan penyediaan lahan, pungkas Agus.

Program ini akan terus digelar setiap tahunnya sehingga akan terlahir para pelaku usaha generasi milenial baru yang memiliki visi masa depan, capable, kompeten, tangguh, inovatif, bertanggung jawab, professional, berdaya saing dan mandiri khususnya di sektor perkebunan mulai dari tingkat hulu sampai hilir. Keberhasilan para pelaku usaha muda ini di masa depan  sudah pasti akan menyerap lebih banyak tenaga kerja.**(HUMAS-DISBUN)


Dibaca : 139 kali