BANDUNG – Bidang Sumber Daya Perkebunan menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Pendataan Kelembagaan Kelompok Tani (SIMPONI) TA 2021 secara virtual melalui zoom meeting pada Selasa (31/03/2021). Sosialisasi ini diselenggarakan dengan tujuan memperkenalkan kembali SIMPONI kepada para petugas entry data baru dari setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat dan sekaligus untuk mematangkan kembali terkait SIMPONI ini kepada para petugas entry data yang sudah lama.

Kepala Bidang Sumber Daya Perkebunan, Agus Sutirman menyampaikan bahwa jika data SIMPONI ini sudah lengkap akan mudah untuk bekerjasama dengan petani. Para pengusaha hanya perlu menuliskan kategori petani atau lokasi di kolom search aplikasi SIMPONI. Dengan ini diharapkan dapat mempercepat proses hubungan antara petani dan pengusaha guna bekerjasama.

Menurut Agus pemanfaatan SIMPONI ini dapat digunakan dalam pengecekan data. Misalnya jika ada kelompok tani yang meminta dana hibah, untuk mengeceknya bisa melalui SIMPONI. Apakah kelompok tani tersebut  benar  adanya dan sudah terdaftar sebagai poktan.

Selanjutnya Ihsan Firdaus dari Four Vision sebagai mitra yang membantu Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan SIMPONI ini menyampaikan bahwa seiring dengan percepatan komunikasi yang kian massif terjadi pihaknya akan mencoba untuk membantu melakukan penyesuaian terhadap SIMPONI ini. SIMPONI ini termasuk salah satunya yang konsisten banyak digunakan. Dengan adanya sosialisasi ini bisa menjadi ajang aktualisasi dan untuk memberikan masukan kepada tim Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat mana yang harus dioptimalkan supaya lebih bermanfaat.

Ihsan menuturkan manfaat dari Sistem Informasi Kelompok Tani Perkebunan yang biasa disingkat SIMPONI ini antaralain (1) untuk memudahkan Pemprov Jabar mendapatkan data secara realtime, transparan dan akurat, (2) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat memiliki data yang langsung berasal dari dinas kabupaten/ kota, (3) dinas kabupaten/ kota memiliki arsip data secara digital, (4) semua pihak memiliki Dashboard Monitoring Sistem (DMS) untuk mengevaluasi kinerja maupun program kegiatan melalui data yang terverifikasi, dan (4) berguna dalam penyerahan laporan data sehingga tidak memerlukan waktu yang lama karena pihak Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat bisa dengan cepat mendownload laporan tersebut via aplikasi.

Menurut Ihsan kalau berkaca pada negara lain seperti Australia, ahli data menyimpulkan karena negara ini paling bagus mengenai data, melalui satu sumber data. Terlebih data yang mendukung sektor perekonomian seperti pertanian, perkebunan. Data ini menjadi penting agar kebijakan yang diambil tepat guna.

“Dengan SIMPONI ini seperti Pemprov Jabar ini menyediakan 27 aplikasi bagi kabupaten dan kota, tetapi dengan menggunakan 1 aplikasi saja yaitu SIMPONI”. Pergantian petugas entri data seringkali terjadi, jika data tidak terarsip secara online di aplikasi SIMPONI, maka akan cukup sulit petugas entri data baru memiliki data lama beserta detail informasi penunjangnya. Dengan SIMPONI semuanya menjadi mudah dan cepat, karena data telah terdigitalisasi secara online. Bayangkan jika tidak ada SIMPONI maka pertukaran data itu akan sulit”, ujar Ihsan.

Kemudian Agus menambahkan “di ujung tahun kemarin ketika sudah beres, nah kami mintakan PCPLnya, apa yang kita sudah kerjakan ada backup datanya. Seperti itulah kerja kita, nanti juga apapun yang berbabis demplot, bimtek, kelembagaan . Semakin lama semua data terkomplit disini, nanti semua pihak akan mendapatkan manfaatnya.”

Selanjutnya Asep perwakilan dari PD Kabupaten Garut menyatakan bahwa aplikasi SIMPONI ini sudah mulai dikenal baik dalam bidang penyuluhan maupun yang lainnya, sesuai dengan yang sudah disampaikan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan sub sektor perkebunan semua datanya harus diinput dalam aplikasi SIMPONI.

Menurut Agus aplikasi SIMPONI ini sebagai eksistensi lembaga Dinas Perkebunan. “Manfaatnya bukan hanya bagi kita tapi bagi pihak luar yang ingin berhubungan dengan pihak petani. Data-data ini Jangan hanya dimiliki oleh dinas, tolong disebarluaskan. Supaya pihak luar bisa berhubungan dengan petani. Karena manfaatnya dua muka, satu dari pihak kita dan satu dari pihak pengguna”, tegas Agus.

Dengan aplikasi SIMPONI ini memberikan harapan besar bagi petani agar dapat dihubungi oleh pihak luar terutama pengusaha. Di akhir sosialisasi, Agus  berpesan kepada rekan-rekan petugas entry data  dari kabupaten dan kota agar setelah pertemuan ini harapannya rekan-rekan dapat mencermati lagi data-data setiap kabupaten dan kota, dan wajib menyampaikan laporan triwulan. Kendala-kendalanya yang dihadapi bisa disampaikan, selain apa yang sudah dikerjakan berikut dengan sarannya. Pertemuan ini dapat menjadikan manfaat bagi dunia perkebunan.**(HUMAS-DISBUN)


Dibaca : 77 kali