BANDUNG – Kepala Dinas Perkebunan “Hendy Jadnika” mengatakan Balai Perlindungan Perkebunan menjadi salah satu balai pelayanan teknis yang secara operasional menangani hama penyakit tanaman perkebunan di 21 kabupaten/kota.  Hal ini diungkapkan Hendy pada saat memberikan sambutan selamat datang pada kunjungan lapangan tim penilai abdibaktitani di aula Balai Perlindungan Perkebunan pada Senin, 22/03/21.

Pihaknya menyebutkan, sebelum meraih penghargaan, terlebih dahulu UKPP melalui beberapa tahapan seleksi, seperti tahapan seleksi administrasi, verifikasi lapangan dan ekspose kualitas pelayanan publik.  Hari ini tim penilai akan melakukan verifikasi   lapangan yang diawali dengan penyampaian materi secara umum oleh Kepala Balai Perlindungan Perkebunan nantinya, ujar Hendy.

Hendy menyebut, dalam rangka melaksanakan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik  terutama  dalam  melaksanakan  evaluasi  kinerja  pelayanan  publik  diperlukan pemberian  apresiasi  terhadap unit kerja pelayanan publik  berprestasi bidang  pertanian yang melaksanakan  pelayanan  prima  (berkualitas,  cepat,  mudah,  terjangkau,  dan yang telah terukur).  Pemberian  penghargaan  tersebut  merupakan  langkah  strategis  dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memberikan stimulus atau  motivasi,  semangat  perbaikan  dan  inovasi  pelayanan  serta  mengetahui  gambaran kinerja  yang  objektif  dari  unit  pelayanan.       

Salah satu komponen dalam penghargaan Abdi Bakti Tani adalah Inovasi bidang pertanian. Inovasi yang telah dilakukan Balai Perlindungan Perkebunan cukup banyak dan implementatif. Lebih jelasnya akan diuraikan Kepala Balai nanti pada saat menyampaikan materi, pungkasnya.

Selanjutnya Kepala Balai Perlindungan Perkebunan “Siti Purnama” memberikan gambaran profil Balai yang dipimpinnya. Menurut Siti balai ini sangat baik pelayanannya dan beberapa produk hasil pengembangan dibagikan secara Cuma-Cuma pada petani dan masyarakat yang membutuhkan. 

Mulai dari sarana, prasarana dan aktivitas yang dilakukan balai dikupas tuntas dalam waktu singkat. Diawali dengan sejarah dan visi misi, tupoksi, struktur organisasi, landasan hukum, satuan pelayanan, standar pelayanan, persyaratan layanan, system dan prosedur layanan, produk layanan, jasa layanan, pelaksana layanan, jaminan pelayanan, jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan, evaluasi kinerja untuk mengetahui dampaknya pada pengguna layanan, ungkap Siti.

Usai penyampaian profil balai, tim penilai mulai melakukan wawancara dengan penerima manfaat dari kabupaten Sumedang dan Bandung yang masing-masing diwakili oleh petugas teknis dan perwakilan petani.  Selain mewawancara pengguna layanan, tim penilai juga berkesempatan mewawancara Kepala Balai dan beberapa orang staf balai yang dianggap bisa mewakili.  Usai seluruh rangkaian acara wawancara, tim penilai keliling melihat kondisi lingkungan balai sambil membuktikan semua apa yang dituangkan dalam paparan dan yang dibicarakan. ***(Humas Disbun)***


Dibaca : 57 kali