KAB. GARUT -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E. melakukan Launching Program Petani Milenial Bidang Perkebunan di Pelataran Cafe Kopi Mahkota, Kabupaten Garut, Selasa (31/8/2021).

Launching tersebut, dilakukan untuk mendukung regenerasi petani berada di Jabar untuk meningkatkan dan mendukung produktivitas sektor pertanian terutama dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Acara dihadiri oleh Wagub Jabar, Kepala Dinas Perkebunan Jabar, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulura Jabar, Kepala Dinas Kehutanan Jabar, Kepala Dinas Kelautan Jabar, Kepala Biro Perekonomian Jabar, Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jabar, Otoritas Jasa Keuangan Jabar, Kepala Wilayah Bank BNI Jabar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, dan Kopi Mahkota selaku off taker, beserta instansi lain yang terlibat dalam Program Petani Milenial di Jawa Barat.

Acara diawali oleh laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perekebunan (Disbun) Jabar, Ir. Hendy Jatnika, M.M., Kadisbun melaporkan, pelaksanaan program petani milenial bidang perkebunan sudah dimulai sejak awal tahun 2021. Pada awal program terdapat 52 orang petani milenial yang memilih perkebunan sebagai minat bertaninya. Dari sejumlah peserta tersebut, dilakukan proses bimbingan teknis dan pendampingan, sesuai dengan pilihan minat peserta terhadap jenis komoditas perkebunan yang akan dijadikan rintisan usahanya.

Tahapan demi tahapan dilalui oleh petani milenial ini. Bimbingan, pendampingan dan konsultasi mereka tempuh untuk menjadi milenial yang tangguh.  Berdasarakan hasil evaluasi tentang kelayakan usaha yang akan dirintis, maka jumlah peserta petani milenial mengerucut menjadi 25 orang, mereka adalah yang menyatakan kesiapan dan komitmen untuk mengikuti program petani milenial lebih lanjut, dengan rincian:

  • usaha budidaya dan pengolahan kopi, 15 org
  • usaha pengolahan gula aren, 2 org
  • usaha budidaya vanili, 2 org
  • usaha pembenihan tanaman perkebunan, 2 org
  • usaha pengolahan limbah kelapa, 4 org

selebihnya menyatakan untuk menjalani usaha lain yang sudah dimiliki sebelumnya.

Dalam memulai rintisan usaha petani milenial bidang perkebunan, para peserta telah disiapkan dengan off taker sesuai dengan komoditas pilihannya. Harapannya, ada jaminan kepastian pasar untuk produk yang dihasilkan para petani milenial. Dari beberapa rintisan usaha yang dipilih, salah satunya adalah usaha pengolahan kopi, off taker kopi yang telah disiapkan adalah Ibu enung dari kopi mahkota, yang sekaligus menjadi tuan rumah acara launching kali ini. Disbun Jabar mengucapkan terima kasih kepada Ibu Enung dan jajaran kopi mahkota, yang telah mendukung kelancaran acara.

Selain bekerja sama dengan off taker, Disbun Jabar juga bekerja sama dengan Bank BNI untuk permodalannya. "Secara bertahap dan Alhamdulillah bahwa KUR Kredit Usaha Rakyat) yang disalurkan kepada petani milenial ini sesuai arahan Pak Gubernur untuk memperbanyak sumber permodalan dan offtaker, tidak hanya mengandalkan bank Jabar, kami juga bekerja sama dengan BNI, dan sudah terealisasi lima orang, mudah- mudahan secara bertahap akan bertambah lagi," imbuhnya.

Selain budidaya dan pengolahan kopi yang menjadi rintisan usaha yang banyak diminati , limbah kelapa pun mempunyai potensi yang cerah, terutama untuk pasar ekspor. Hendy menyebut, permintaan limbah kelapa, terbilang cukup besar dari luar negeri.

"Menurut para pelaku offtaker kami di sana, ini peluang pasarnya belum bisa dipenuhi, baru 10 persen, tentu 90 persen belum bisa dipenuhi," katanya.

Dengan adanya launching Petani Milenial Bidang Perkebunan ini diharapkan menjadi kesempatan semua pihak untuk melakukan kolaborasi demi mendukung suksesnya Program Petani Milenial di Jawa Barat.

Sambutan dari Pemimpin Bank BNI Kantor Wilayah (Kanwil) Bandung Edy Awaludin, menyebut Bank BNI sebagai salah satu 'agent of development' perlu untuk turut peduli dalam rangka meningkatkan sektor pertanian.

"BNI sebagai salah satu bank negara, meningkatkan bisnis tidak hanya di sektor perdagangan, tapi juga pertanian," katanya.

Edy juga berterima kasih karena terlah memlih Bank BNI di antara Bank-bank Himbara yang lain dalam mendukung Program Petani Milenial di Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Garut yang diwakili oleh Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Garut Toni Tisna Somantri menuturkan, menyampaikan bahwa Petani Milenial adalah program yang tepat. Apalagi Kabupaten Garut punya potensi pertanian yang luar biasa apabila dikelola dengan baik.

"Tidak hanya kopi, ada juga Jeruk Garut, dan produk pertanian lainnya yang luar biasa potensinya," ucapnya.

Launching dilanjutkan dengan sambutan dari Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, dalam sambutannya, Pak Uu --sapaan Wagub Jabar-- menekankan pentingnya regenerasi petani di Jabar. Pak Uu berpesan kepada petani milenial bahwa banyak pihak yang hadir dalam Launching Petani Milenial Bidang Perkebunan ini, mulai dari Wagub Jabar, Kepala Dinas, pihak perbankan, dan pihak lainnya. Jangan sampai setalah acar ini petani milenial menjadi redup. Petani milenial harus terus tumbuh dan berkarya dan mengajak milenial-milenial yang lain untuk Bertani.

“ini menunjukan Jawa Barat kompak, menunjukan Jawa Barat serius dalam bidang pertanian, sehingga acara hari ini hadir dirempug, kolaborasi berbagai macam dinas hadir”

Pak Uu menyampaiakan bahwa pertanian adalah salah satu sektor yang Tangguh walaupun ditengah adanya pandemic covid-19.

Tangguhnya sektor pertanian bukan tanpa adanya masalah, seperti cuaca yang sulit diprediksi, lahan pertanian yang terbatas, dan kurangnya sumber daya manusia

“kadang-kadang pertanian dijadikan skala priortias nomor 4, nomor 5 nomor 6 dan seterusnya, sehingga para petani terabaikan.

Pembangunan pertanian juga harus melibatkan berbagai pihak, salah satunya perbankan, terutama perusahaan plat merah. Bukan hanya nirlaba yang selalu menjadi target dari perushaan plat merah, akan tetapi kesejahteraan masyarakat juga.

“tetapi peningkatan ekonomi masyarakat, stabilnya daya beli masyarakat, meningkatanya kesjahteraan masyarakat, itu pun menjadi tanggung jawab perusahaan plat merah”.

Adanya Program petani milenial diharapakan menjadi solusi dalam regenerasi petani di Jawa Barat. Komitemen bersama dalam memajukan pertanian melalui program petani milenial harus terus diperkuat. petani milenial harus terus dibina dan diarahkan, bukan hanya dari aspek kemampuan teknis pertanian, lebih lanjut adalah pembentukan karakter milenial yang tangguh dan berakhlak baik.

 

(Bidang SDP-DISBUN/Adi Firmansyah)

 


Dibaca : 85 kali