KAB. TASIKMALAYA – Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat (Disbun Jabar) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat (Kemenkumham Jabar) melakukan pembahasan dokumen persyaratan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Java Sukapura Tasikmalaya (KAJST) di Sekretariat Perkumpulan Petani Perlindungan Indikasi Geografis (PPPIG) Kopi Arabika Java Sukapura Tasimalaya, Kabupaten Tasikmalaya pada hari Rabu 15 September 2021.

Disbun Jabar melalui Bidang Sumber Daya Perkebunan (SDP) melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan dan Peternakan Kabupaten Tasikmalaya (Disperpangnak Tasikmalaya) dan PPPIG Kopi Arabika Java Sukapura Tasimalaya terkait pendaftaran IG. Koordinasi langsung meghadirkan Kemenkumham Jabar untuk mendapatkan inforamsi yang rinci dan jelas mengenai pendaftaran IG.

Acara dihadiri oleh Plt. Kepala Bidang SDP DIsbun Jabar, Kepala Subbid Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham Jabar, Kepala Bidang Perkebunan Disparpangnak Tasikmalaya, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Disbun Jabar, Kepala Seksi Kelembagaan Disbun Jabar dan PPPIG Kopi Arabika Java Sukapura Tasikmalaya.

Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan. Dalam proses penerbitan sertifikat IG, diperlukan dokumen persyaratan untuk pendaftaran IG, yang memuat deskripsi IG. Dokumen deskripsi IG adalah suatu dokumen yang memuat informasi, termasuk reputasi, kualitas, dan karakteristik barang dan/atau produk yang terkait dengan faktor geografis dari barang dan/atau produk yang dimohonkan Indikasi Geografisnya.

IG KAJST mencakup 10 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Kecamatan Pagerageung, Kecamatan Kadipaten, Kecamatan Ciawi, Kecamatan Sukahening, Kecamatan Cisayong, Kecamatan Sukaratu, Kecamatan Padakembang, Kecamatan Leuwisari, Kecamatan Sariwangi, dan Kecamatan Cigalontang.

Plt. Kepala Bidang SDP, Rika Jatnika menyampaikan bahwa dengan adanya IG Kopi Arabika Java Sukapura di Kabupaten Tasikmalaya, dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya petani kopi.

“Indikasi Geografis harus menjadi alat pemasaran sehingga dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani” ungkap Rika.

Usaha Budidaya Kopi Arabika Java Sukapura Tasikmalaya saat ini dikelola oleh sekitar 40 Kelompok Tani Kopi atau sekitar 500 kk petani kopi, dengan luas garapannya baru mencapai 809 Ha, dan jumlah produksinya baru mencapai 97 ton/ tahun. Para petani Kopi Arabika tersebut saat ini bukan hanya sekedar mengembangan usaha budidaya, tetapi juga sudah melakukan usaha pengolahan dan pemasaran kopi dalam bentuk kemasan produk siap jual. Bahkan beberapa produknya sudah cukup dikenal dikalangan penikmat kopi Nasional.

Kepala Subbid Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham Jabar, Dona Prawisuda menyapaikan bahwa salah satu upaya dalam melindungi keunikan produk pada suatu wilayah atau daerah adalah dengan dilakukaknnya sertifikasi IG. Perlindungan ini dilakukan oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Untuk IG KAJST sudah ada PPPIG KAJST, sehingga sudah bisa langsung dimulai pendaftaran untuk mendapatkan sertifkasi IG.

Pada kesempatan ini juga Kemkumham Jabar memberikan wawasan kepada petani mengenai manfat perlindungan Indikasi Geografis, yaitu:

  1. memperjelas identifikasi produk dan menetapkan standar produksi dan proses diantara para pemangku kepentingan Indikasi Geografis;
  2. menghindari praktek persaingan curang, memberikan perlindungan konsumen dari penyalahgunaan reputasi Indikasi Geografis;
  3. menjamin kualitas produk Indikasi Geografis sebagai produk asli sehingga memberikan kepercayaan pada konsumen;
  4. membina produsen lokal, mendukung koordinasi, dan memperkuat organisasi sesama pemegang hak dalam rangka menciptakan, menyediakan, dan memperkuat citra nama dan reputasi produk;
  5. meningkatnya produksi dikarenakan di dalam Indikasi Geografis dijelaskan dengan rinci tentang produk berkarakater khas dan unik;
  6. reputasi  suatu kawasan Indikasi Geografis akan ikut terangkat, selain itu Indikasi Geografis juga dapat melestarikan keindahan alam, pengetahuan tradisional, serta sumberdaya hayati,  hal ini tentunya akan berdampak pada pengembangan agrowisata.

Kepala bidang Perkebunan, Nandang menyampaikan Kabupaten Tasikmalaya mendukung sepenuhnya untuk terwujudnya Indikasi Geografis KAJST. Bupati Tasikmalaya pun sudah mengetahui mengenai proses ini dan mendukung sepenuhnya. Bupati mengharapkan agar sertifikasi IG KAJST ini dapat terbit pada tahun ini. Plt Kepala Dinas pun mengamini hal tersebut, Kadis malah ingin bisa terbit di bulan Oktober tahun 2021.

“.. Pak Bupati mengharapkan (sertifkat IG KAJST) agar bisa terbit pada tahun ini” imbuh Plt Kepala Dinas.

PPPIG Kopi Arabika Java Sukapura Tasimalaya yang diketuai Endang Syahrudin, selaku pihak yang menginisiasi permohonan sertifikasi IG sudah siap untuk mengajukan pendaftaran. Endang menyampaikan bahwa pengurus dan petani kopi di Kabupaten Tasikmalaya kompak dalam melindungi kopi arabika di Tasikmalaya. Proses pengajuan sertifikasi IG KAJST pun sudah berjalan dari tahun 2020. Kelengkapan administrasi untuk pengajuan pun sudah disiapkan, dan siap untuk didaftarkan dan dilakukan pemeriksaan substantif.

“PPPIG sudah siap untuk malakukan pendataran, SOP sudah siap”, kata Endang.

Kemkumham Jabar menerima dokumen-dokumen kelengkapan untuk persyaratan pendaftan IG, yang diserahkan langsung oleh ketua PPPIG KAJST kepada Kepala Subbid Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham Jabar. Dona menyampaikan bahwa proses pendaftaran bisa dimulai dengan mengunggah kelengkapan yang diperlukan, kekurangan dalam susbstansi dokumen dapat dilakukan revisi secara pararel.

“Tambah kurang dokumen bisa dilakukan dalam proses pendaftaran”, jawab Dona.

Dengan dilakukannya pembahasan dokumen persyaratan pendaftaran IG KAJST diharapkan dapat mempercepat penerbitan IG KAJST di Jawa Barat. Terbitnya IG KAJST diharapakan dapat menjadi alat untuk meningkatkan nilai tambah kopi di Kabupaten Tasikamalya khususnya, dan secara umum di Provinsi Jawa Barat. Hadirnya IG KAJST juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani demi terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin.

(Bidang SDP-DISBUN/Adi Firmansyah)

 


Dibaca : 121 kali