BANDUNG - Ketersediaan data produksi perkebunan di Jawa Barat dapat lebih akurat, dengan inovasi Pedasibun (pengelolaan data produksi perkebunan).

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat meluncurkan Pedasibun dengan tujuan memutakhirkan penyediaan data produksi perkebunan.

Manfaat berantai, dimana petani Indonesia, khususnya Jawa Barat, dapat menanam berbagai tanaman perkebunan merupakan salah satu keunggulan letak Indonesia di dunia.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Hendy Jatnika, di Bandung Jumat, 24 September 2021 menyebutkan Pedasibun bertujuan pemutakhiran penyediaan data produksi perkebunan.

“Ini merupakan transformasi dan kolaborasi, bagaimana agar data perkebunan di Jawa Barat menjadi lebih baik, canggih, dan akurat, untuk menentukan kebijakan terkait usaha perkebunan,” ujarnya.

Pedasibun sistem pengolahan data produksi perkebunan Jawa Barat

Aplikasi Pedasibun diluncurkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat pada Kamis, 23 September 2021, melalui zoom meeting.

Hendy Jatnika mengatakan, Pedasibun merupakan salah satu upaya mengatasi masalah akibat data produksi perkebunan Jawa Barat jika kurang akurat dan tidak memberikan akurasi tinggi.

Sebab, katanya, selama penyediaan data produksi perkebunan di Jawa Barat masih konvesional seperti sejak tahun 1980-an.

“Dengan adanya transformasi ini membuat akurasi data produksi perkebunan Jawa Barat lebih baik dan canggih, akurat, dan efisien, untuk menentukan kebijakan lebih bagus untuk komoditas perkebunan,” kata Hendy Jatnika.

Ada pun komoditas perkebunan baik perkebunan rakyat dan perusahaan perkebunan besar di Jawa Barat terdiri kopi, teh, vanili, lada, kakao, karet, tebu, sawit, kina, cengkeh, akar wangi, kapolaga, dll.

Kolaborasi dan kekompakan

Kepala Bidang Produksi Perkebunan, Yayan C. Permana mengatakan, akurasi data produksi perkebunan melalui Pedasibun dapat menghindari keterlambatan dan memanfaatkan berbagai peluang untuk menekan kesempatan yang hilang dalam usaha perkebunan di Jawa Barat.

“Pengolahan data produksi perkebunan Jawa Barat data menjadi real time, tepat waktu, bahan bagi pimpinan untuk memutuskan sesuatu,” ujarnya.

Yayan C. Permana juga mengatakan, walau dana sangat kurang semasa pandemi, namun jika dikerjakan bersama sama akan banyak memberi kemajuan bagi kalangan petani perkebunan Jawa Barat.

“Munculnya Pedasibun bertujuan membangun kolaborasi dan kekompakan, serta menghindari saling menyalahkan,” tambah Yayan C. Permana.

Penggagas inovasi yaitu Anton Nurholis, Kepala Seksi Tanaman Semusim dan Rempah Bidang Produksi Perkebunan, menyebutkan, melalui Pedasibun diperoleh data up to date, benar dan tidak direkayasa, baik hasil produksi perkebunan bagus atau jelek tetap muncul.

“Ini aplikasinya mudah, kenapa harus lahir, untuk mensejahterakan petani perkebunan melalui inovasi dan kolaborasi pada era 4.0,” ucapnya.

Anton Nurholis, juga mengatakan, Pedasibun yang merupakan aplikasi berbasis teknologi informasi, bukan hanya orientasi generasi milenial juga para petani senior.

“Tujuannya, agar tercipta kolaborasi dan kekompakan membangun usaha perkebunan Jawa Barat. Inovasi tak akan bagus jika tidak ada kolaborasi antara kalangan pekebun milenial dan senior,” ujarnya.

Pedasibun menampung data berasal dari kelompok petani yang sudah terdatar dan terdata di aplikasi Simponi. Ini menjadi kolaborasi antara provinsi, kabupaten, penyuluh, dan terutama kelompok tani pekebun.

Dalam diskusi zoom meeting itu juga muncul pesan, dalam perubahan pola pikir, dengan semua serba aplikasi menjadi lebih petani digital dan maju.

Pahkan petani milenual perkebunan juga tetap harus berguru kepada senior, dan saling sinergi sama-sama menyatukan visi. ***

Sumber : https://deskjabar.pikiran-rakyat.com/ekbis/pr-1132662142/data-produksi-perkebunan-di-jawa-barat-lebih-akurat-melalui-pedasibun


Dibaca : 59 kali