
Bandung - Upaya revitalisasi perkebunan kopi terus digencarkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemulihan lahan kritis.
Program ini dilaksanakan di Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Lahan milik Ibu Wendy dengan total luas sekitar 80 hektare digunakan dalam program ini. Pada tahap awal, revitalisasi difokuskan pada area seluas 20 hektare sebagai langkah pengembangan bertahap.
Pada Selasa, 1 April 2026, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan Ibu Wendy. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penanaman simbolis sebagai tanda dimulainya program revitalisasi.
Jenis tanaman yang dikembangkan dalam program ini adalah kopi Arabika varietas Lini S, yang dikenal memiliki kualitas unggul. Untuk mendukung kegiatan tersebut, kebutuhan benih diperkirakan mencapai 80 ribu pohon, dengan kepadatan tanam sekitar 1.000 pohon per hektare.
Sebagai langkah awal implementasi, area seluas 0,5 hektare dijadikan sebagai pilot project, dengan jumlah tanaman yang telah ditanam sebanyak 1.500 pohon kopi. Tahapan ini menjadi percontohan untuk memastikan kesiapan teknis sebelum pelaksanaan dalam skala yang lebih luas. Selanjutnya, penanaman tahap pertama seluas 20 hektare direncanakan akan dilakukan secara masif pada bulan Oktober atau pada awal musim penghujan. Waktu tersebut dipilih guna mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih optimal.
Melalui kegiatan revitalisasi ini, diharapkan produksi dan kualitas kopi Arabika Jawa Barat dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Penulis: Humas Disbun Jabar



