Hero section image background

Survei Sumber Mata Air di Cimenyan Perkuat Revitalisasi Lahan Krisis KBU melalui Penanaman Kopi

Senin, 18 Mei 2026

BERITA

53

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Survei Sumber Mata Air di Cimenyan Perkuat Revitalisasi Lahan Krisis KBU melalui Penanaman Kopi

Bandung - Sebagai upaya mendukung program revitalisasi lahan kritis di Kawasan Bandung Utara (KBU), Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa, didampingi Kepala UPTD Balai Perlindungan Perkebunan, M. Sopian Ansori, bersama Kelompok Kerja (Pokja) Penanganan Lahan Kritis KBU melaksanakan survei sumber mata air, Rabu (22/04).

Kegiatan survei dilaksanakan di dua titik lokasi, yaitu Blok Cilembang dan Blok Pulus Binong yang berada di Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Survei ini merupakan langkah strategis dalam mendukung keberhasilan program penanaman kopi sebagai upaya rehabilitasi lahan kritis di wilayah tersebut.

Fokus utama kegiatan ini adalah mengidentifikasi potensi sumber daya air yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan penyiraman, pemeliharaan tanaman, serta pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Tim melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi mata air, termasuk pengukuran debit air dan pemetaan sebaran aliran air. Data yang diperoleh menjadi dasar penting dalam perencanaan teknis penanaman kopi agar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengembangan tanaman kopi tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga mampu meningkatkan tutupan vegetasi, memperkuat konservasi tanah dan air, serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Cimenyan dan Kawasan Bandung Utara secara umum.

Selain pelaksanaan survei, pada kesempatan yang sama juga dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kegiatan penanaman kopi seluas 20 hektare di Blok Lapang Cartil. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan sesuai dengan rencana serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan.

Selanjutnya, tim juga melaksanakan survei lokasi di Blok Merak Dampit yang direncanakan sebagai area pengembangan penanaman kopi pada bulan Oktober 2026 dengan luas mencapai 60 hektare. Survei ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan, termasuk aspek teknis dan lingkungan, sehingga pelaksanaan penanaman dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal.

Dengan rangkaian kegiatan ini, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengelolaan lahan kritis yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kawasan Bandung Utara.

Penulis: Humas Disbun Jabar